Bismillah
08xx: Assalamualaikum
Waalaikumsalam,
08xx: Kaifa Haaluk?
(Apa kabar)
Khoir, Alhamdulillah.
Siapa ya?
08xx: Waduh, temen lama dilupain
Ya maaf, nomernya
belum ke-save.
08xx: Umam..
Seperti itu, pertama kali aku dihubungkan kembali
dengan kawan lama. Cukup lama ia meunggu balasan chat ku karena sedikit confetti
di dalam tubuhku baru saja meletup.
Masya Allah. Apa
Kabar Sup?
Umam: Alhamdulillah.
Kembali hening. Terlalu banyak rentetan pertanyaan
yang ingin sekali aku lontarkan. Tapi entah mengapa aku menahannya. Synopsis singkat
dari temanku yang satu ini, dia penasehat pribadiku. Selalu mengkoreksi
kehidupanku. Menjadikan aku lebih baik dari hari ke hari selama aku bersamanya.
Umam: Wah bingung mau ngomong apa
Wahaha, iya sama
Umam: Lagi ngapain? Awkward
banget
Lagi puasa..
Ya iya lah bulan
puasa ini
Umam: Sibuk ngapain sekarang?
Kuliah aja sih, biasa
Kau sendiri?
Umam: iya biasa lah, di apotek
Hafalan quranmu
sampai mana?
Umam: sepertiga alquran Alhamdulillah..
Qulhu?
Umam: -.-
Wahaha.. subhanallah,
masih bisa bertahan
Umam: loh, emangnya kau kenapa?
Susah, stuck. Masih aja 2 juz, entah masih atau malah berkurang
Umam: yaah, ayo lanjutkan dong..
Susah cuy. Banyak godaan,
Umam: misalnya?
Misalnya nih, kan
banyak kegiatan di kampus,
otomatis kalo mau ngeluangin waktu,
ya harus hafalan di kampus.
Takut dikira riya buka-buka alquran di kampus
otomatis kalo mau ngeluangin waktu,
ya harus hafalan di kampus.
Takut dikira riya buka-buka alquran di kampus
Umam: Astaghfirullah, gak gitu juga lah
Entah. Kehidupan sosial
kayak mengatur banget
Umam: Innamal A’malu binniyat
Iya Mam, paham. Tapi
susah,
dikira sok alim lah. Dll
dikira sok alim lah. Dll
Umam: be yourself
Speechless
Umam: itu takut dikira riya atau alasan gamau hafalan?
Seperti biasa, dia langsung menembakkan peluru itu.
membuatku bungkam seketika.
Mam, kamu liat iklan
setan itu gak?
Umam: yang nyuruh posting amalan-amalan di medsos?
Yap. Setelah liat
iklan itu aku jadi
kayak mikir dua kali buat beramal
kayak mikir dua kali buat beramal
Umam: misal?
Kan ini bulan puasa. Misal
mau ngingetin buat tadarus,
Takut orang mikir ‘wah iya, iya, anak alim udah tadarusan’
Takut orang mikir ‘wah iya, iya, anak alim udah tadarusan’
Umam: jadi kau bisa baca pikiran orang sekarang?
Mam, seriusan ini..
-.-
Umam: pertanyaanku juga serius. Jawab lah~
Ya enggak sih. Dugaan
aja.
Umam: kau tuh mengkhawatirkan apa yang tidak perlu
dikhawatirkan
Solusi?
Umam: jalani aja. Yang nilai amal kita tuh Allah bukan
manusia
Hmm..
Masih ngganjel
Umam: okay. Kau setuju kalo adzan di masjid gak pake
pengeras lagi?
Ya enggak lah. Tanda-tanda
kiamat itu
Umam: soalnya muadzinnya gamau dikira riya
Ya nggak gitu juga
lah Mam.
Umam: Paham?
Iya paham pak ustadz
Double strike
Umam: kau tahu kenapa sholat subuh, maghrib sama isya bacaannya jahr. Kalo dhuhur ashar bacaannya sirr?
Tau, but idk why
Umam: mungkin, mungkin nih ya gatau bener apa engga. Mungkin memang amal itu ada kalanya
kelihatan, ada kalanya enggak
masuk akal sih..
Umam: :)
Bulan Ramadan, kita diperintahkan untuk perbanyak
amal. Dan barang siapa yang mengingatkan orang lain untuk beramal, maka ia
diberi pahala sebesar pahala orang yang melaksanakan tanpa mengurangi pahala
sedikitpun dari yang melaksanakan
Sama halnya jika kita memberi makan 1 orang untuk
berbuka puasa, maka kita mendapat pahala 1 kali puasa tanpa mengurangi pahala
orang itu.
Umam: innamal A`malu binniyat. Sesungguhnya amal itu
tergantung
niatnya.
Mam, masih ada yang
ngganjel.
Masih ada kaitannya,
tapi gatau.
Eh, nggak jadi deh
Umam: wkwk Dasar.
Carilah sahabat yang bisa membuatmu lebih baik.
Jangan cari sahabat yang sempurna, kau tak akan
mendapatkanya. Cobalah kau rangkul dan menjadikannya lebih baik.
Hindari perdebatan, meskipun kau berada di pihak yang
benar. Jika memang diperlukan, carilah kebenaran, bukan pembenaran.
Mungkin memang realita kehidupan bahwa urusan agama di
jaman ini sudah terlalu tabu. Not judging, tapi memang begitu keadaannya. Baca alquran
di tempat umum aja malu, ninggalin urusan dunia buat sholat jamaah aja
bilangnya nanggung, mengingatkan untuk kebaikan takut dikira riya. Wajar saja
kalau pemerintah mulai melarang baca alquran di masjid pakai toa, nyuruh yang
puasa hormatin yang gak puasa. Yang membuat ribet urusan ini sebenarnya umat
islamnya sendiri. Disitu ada dua hal yang saling bertolak belakang dan membuat
bertanya-tanya. Sebenarnya kita mau melunturkan sendiri keislaman kita, tapi
tidak mau jika orang lain melunturkannya. Padahal hasilnya sama.
Ini bukan pidato pro pemerintah. Berkaca. Mulai dari
diri sendiri. Hidupkan kembali keislamanmu. Dan katakan ‘Isyhaduu bi annaa
muslimun’
Umam: malaikat pencatat amal tidak akan pernah dzolim.
Allah Maha Mengetahui apa yang ada
pada hati manusia.
So,
Laa Tahzan
;) quote of the day
Umam is typing…
Wallahu A`lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar