Minggu, 21 Juni 2015

Laa Tahzan

Bismillah

08xx: Assalamualaikum

Waalaikumsalam,

08xx: Kaifa Haaluk?
(Apa kabar)

Khoir, Alhamdulillah. Siapa ya?

08xx: Waduh, temen lama dilupain

Ya maaf, nomernya belum ke-save.

08xx: Umam..


Seperti itu, pertama kali aku dihubungkan kembali dengan kawan lama. Cukup lama ia meunggu balasan chat ku karena sedikit confetti di dalam tubuhku baru saja meletup.

Masya Allah. Apa Kabar Sup?

Umam: Alhamdulillah.

Kembali hening. Terlalu banyak rentetan pertanyaan yang ingin sekali aku lontarkan. Tapi entah mengapa aku menahannya. Synopsis singkat dari temanku yang satu ini, dia penasehat pribadiku. Selalu mengkoreksi kehidupanku. Menjadikan aku lebih baik dari hari ke hari selama aku bersamanya.

Umam: Wah bingung mau ngomong apa

Wahaha, iya sama

Umam: Lagi ngapain? Awkward banget

Lagi puasa..
Ya iya lah bulan puasa ini

Umam: Sibuk ngapain sekarang?

Kuliah aja sih, biasa
Kau sendiri?

Umam: iya biasa lah, di apotek

Hafalan quranmu sampai mana?

Umam: sepertiga alquran Alhamdulillah..

Qulhu?

Umam: -.-

Wahaha.. subhanallah, masih bisa bertahan

Umam: loh, emangnya kau kenapa?


Susah, stuck. Masih aja 2 juz, entah masih atau malah berkurang
Umam: yaah, ayo lanjutkan dong..

Susah cuy. Banyak godaan,

Umam: misalnya?


Misalnya nih, kan banyak kegiatan di kampus,
otomatis kalo mau ngeluangin waktu,
ya harus hafalan di kampus.
Takut dikira riya buka-buka alquran di kampus

Umam: Astaghfirullah, gak gitu juga lah

Entah. Kehidupan sosial kayak mengatur banget

Umam: Innamal A’malu binniyat

Iya Mam, paham. Tapi susah,
dikira sok alim lah. Dll

Umam: be yourself

Speechless

Umam: itu takut dikira riya atau alasan gamau hafalan?


Seperti biasa, dia langsung menembakkan peluru itu. membuatku bungkam seketika.

Mam, kamu liat iklan setan itu gak?

Umam: yang nyuruh posting amalan-amalan di medsos?

Yap. Setelah liat iklan itu aku jadi
kayak mikir dua kali buat beramal

Umam: misal?

Kan ini bulan puasa. Misal mau ngingetin buat tadarus,
Takut orang mikir ‘wah iya, iya, anak alim udah tadarusan’

Umam: jadi kau bisa baca pikiran orang sekarang?

Mam, seriusan ini.. -.-

Umam: pertanyaanku juga serius. Jawab lah~

Ya enggak sih. Dugaan aja.

Umam: kau tuh mengkhawatirkan apa yang tidak perlu dikhawatirkan

Solusi?

Umam: jalani aja. Yang nilai amal kita tuh Allah bukan manusia

Hmm..

Masih ngganjel

Umam: okay. Kau setuju kalo adzan di masjid gak pake pengeras lagi?

Ya enggak lah. Tanda-tanda kiamat itu

Umam: soalnya muadzinnya gamau dikira riya

Ya nggak gitu juga lah Mam.

Umam: Paham?

Iya paham pak ustadz

Double strike


Umam: kau tahu kenapa sholat subuh, maghrib sama isya bacaannya jahr. Kalo dhuhur ashar bacaannya sirr?

Tau, but idk why

Umam: mungkin, mungkin nih ya gatau bener apa engga. Mungkin memang amal itu ada kalanya kelihatan, ada kalanya enggak

masuk akal sih..

Umam: :)


Bulan Ramadan, kita diperintahkan untuk perbanyak amal. Dan barang siapa yang mengingatkan orang lain untuk beramal, maka ia diberi pahala sebesar pahala orang yang melaksanakan tanpa mengurangi pahala sedikitpun dari yang melaksanakan
Sama halnya jika kita memberi makan 1 orang untuk berbuka puasa, maka kita mendapat pahala 1 kali puasa tanpa mengurangi pahala orang itu.

Umam: innamal A`malu binniyat. Sesungguhnya amal itu tergantung
niatnya.
Mam, masih ada yang ngganjel.
Masih ada kaitannya, tapi gatau.
Eh, nggak jadi deh

Umam: wkwk Dasar.

Carilah sahabat yang bisa membuatmu lebih baik.
Jangan cari sahabat yang sempurna, kau tak akan mendapatkanya. Cobalah kau rangkul dan menjadikannya lebih baik.
Hindari perdebatan, meskipun kau berada di pihak yang benar. Jika memang diperlukan, carilah kebenaran, bukan pembenaran.

Mungkin memang realita kehidupan bahwa urusan agama di jaman ini sudah terlalu tabu. Not judging, tapi memang begitu keadaannya. Baca alquran di tempat umum aja malu, ninggalin urusan dunia buat sholat jamaah aja bilangnya nanggung, mengingatkan untuk kebaikan takut dikira riya. Wajar saja kalau pemerintah mulai melarang baca alquran di masjid pakai toa, nyuruh yang puasa hormatin yang gak puasa. Yang membuat ribet urusan ini sebenarnya umat islamnya sendiri. Disitu ada dua hal yang saling bertolak belakang dan membuat bertanya-tanya. Sebenarnya kita mau melunturkan sendiri keislaman kita, tapi tidak mau jika orang lain melunturkannya. Padahal hasilnya sama.
Ini bukan pidato pro pemerintah. Berkaca. Mulai dari diri sendiri. Hidupkan kembali keislamanmu. Dan katakan ‘Isyhaduu bi annaa muslimun’

Umam: malaikat pencatat amal tidak akan pernah dzolim. Allah Maha Mengetahui apa yang ada pada hati manusia.
                So, Laa Tahzan

;) quote of the day

Umam is typing…


Wallahu A`lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar